Ada kisah seorang Ratu yang tinggal di istana dengan benteng yang amat kuat. Konon katanya, siapa pun tidak dapat menghancurkannya. Hanya ada satu orang yang dapat menghancurkan tembok benteng itu. Sang Ratu itu sendiri.
Benteng Sang Ratu terlihat sangat kokoh. Sang Ratu juga terlihat seperti orang yang kuat dan tidak dapat dihancurkan, sama seperti benteng yang mengelilingi istananya. Namun, orang kerap kali lupa. Apa asal mula Sang Ratu membangun benteng yang amat kokoh tersebut?
Setelah ditelusuri, jika masuk ke dalam, ternyata benteng itu hanyalah topeng. Benteng tersebut hanyalah perisai untuk melindungi Ratu yang sebenarnya. Sang Ratu tidaklah sekuat seperti yang orang-orang gaungkan.
Sang Ratu tahu betul, ia merupakan seseorang yang sangat lemah. Bahkan, pernah sekali dirinya hancur sebegitu kacaunya. Sang Ratu bersusah payah menyusun kembali kepingan dalam dirinya hingga akhirnya dapat kembali menjadi seperti semula. Dengan keadaan tidak sempurna, tentu saja. Sebagus apa pun perekat yang digunakan, barang yang sudah pecah tidak akan kembali seperti sedia kala, bukan?
Untuk menutupi itu, sang Ratu membangun benteng yang sangat kuat. Sang Ratu pun berhasil. Benteng tersebut menjadi tembok kokoh yang amat melegenda. Memang benar kenyataannya bahwa tembok tersebut tidak dapat diruntuhkan, kecuali oleh Sang Ratu itu sendiri.
Benteng itu terlalu angkuh sampai lupa bahwa ia hanyalah sebuah tipuan untuk menutupi sesuatu yang lemah. Sesuatu yang amat rapuh bahkan tanpa disentuh orang lain sekali pun bisa saja hancur. Iya, bukan dengan sentuhan orang lain. Sesuatu itu dapat hancur karena dirinya sendiri.
Tetap saja. Benteng hanyalah sekadar tembok pelindung. Cepat atau lambat, benteng tersebut akan menemui waktunya di mana ia harus menghambur bersama tanah. Merelakan sesuatu yang ia lindungi mati-matian.
Namun, belum. Tembok itu saat ini masih berdiri kokoh. Ia masih tegar dengan pilar menjulang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ia adalah tembok terkuat. Si benteng, yang dibangun oleh Sang Ratu, akan terus melindungi Ratu. Sampai tiba saatnya Sang Ratu sendiri yang harus mengomandokan benteng untuk menyudahi tugasnya. Aquinshaa.Hai, Tuan Pemilik Hatiku.
Sha,
15 Mei 2021.







