Sua kita sudah lama tidak berjumpa, ya? Apa kamu tidak merindukannya? Aku tidak yakin kalau kamu menjawab iya. Disini, aku bertemu dengan Neptunus yang mempertemukan kita.
Hai.
Sudah lihat konstelasi bintang malam ini belum? Polusi sedang menurun, bintang bisa terlihat jelas. Coba perhatikan, malam ini, kalau matamu jeli kamu bisa lihat rasi aquarius, lambang laut. Dan kalau kamu mau memperhatikan lebih jauh, kamu bisa melihat Neptunus di nun jauh sana.
Perhatikan, sadarkah kamu kita bagai bintang? Dua bintang kecil mengarungi galaksi untuk mencari satu planet spesial. Planet ke delapan atau planet biru. Kau dan aku menghabiskan waktu bertualang bersama, kadang berhenti untuk melihat pemandangan.
Dari bawah sana, kita sebagai bintang, terlihat sangat dekat dan hampir bersentuhan oleh para manusia fana. Kita meluncur melewati supernova dan bintang bintang lain. Tapi kenyataannya, manusia hanya tertipu oleh ilusi jarak, karena kita sebenarnya sangat jauh.
Aku sangat ingin mendekatimu, tapi apa daya, kalau berdekatan kita bisa bertabrakan dan hancur berkeping keping. Pecahan dari kita kadang meluncur melewati lapisan ozon bumi, dan menciptakan api karena kita berlari terlalu cepat. Manusia menyebut kita 'bintang jatuh', dan membuat permohonan selagi kita lewat.
Itulah yang membuat kita unik, kita indah saat berjauhan, dan hancur saat berdekatan. Musnah dan menjadi takhayul para manusia di bumi.
Tapi ketahuilah, aku tidak akan pernah berhenti mencari Neptunus. Aku akan duduk diam dengan bongkahanku, menunggumu untuk menyusul dan bergabung. Karena aku menolak untuk melupakanmu.
Aku menolak untuk percaya bahwa kamu bukan untukku.
Selamat menempuh perjalanan.
Hai.
Sudah lihat konstelasi bintang malam ini belum? Polusi sedang menurun, bintang bisa terlihat jelas. Coba perhatikan, malam ini, kalau matamu jeli kamu bisa lihat rasi aquarius, lambang laut. Dan kalau kamu mau memperhatikan lebih jauh, kamu bisa melihat Neptunus di nun jauh sana.
Perhatikan, sadarkah kamu kita bagai bintang? Dua bintang kecil mengarungi galaksi untuk mencari satu planet spesial. Planet ke delapan atau planet biru. Kau dan aku menghabiskan waktu bertualang bersama, kadang berhenti untuk melihat pemandangan.
Dari bawah sana, kita sebagai bintang, terlihat sangat dekat dan hampir bersentuhan oleh para manusia fana. Kita meluncur melewati supernova dan bintang bintang lain. Tapi kenyataannya, manusia hanya tertipu oleh ilusi jarak, karena kita sebenarnya sangat jauh.
Aku sangat ingin mendekatimu, tapi apa daya, kalau berdekatan kita bisa bertabrakan dan hancur berkeping keping. Pecahan dari kita kadang meluncur melewati lapisan ozon bumi, dan menciptakan api karena kita berlari terlalu cepat. Manusia menyebut kita 'bintang jatuh', dan membuat permohonan selagi kita lewat.
Itulah yang membuat kita unik, kita indah saat berjauhan, dan hancur saat berdekatan. Musnah dan menjadi takhayul para manusia di bumi.
Tapi ketahuilah, aku tidak akan pernah berhenti mencari Neptunus. Aku akan duduk diam dengan bongkahanku, menunggumu untuk menyusul dan bergabung. Karena aku menolak untuk melupakanmu.
Aku menolak untuk percaya bahwa kamu bukan untukku.
Selamat menempuh perjalanan.

0 komentar