Malam ini terlintas untuk melihat-lihat kembali sesuatu yang telah usang. Aku menemui beberapa tulisan yang sempat aku ciptakan.
Berkisar antara 2016-2017. Menurutku itu masa puncak dimana banyak sajak yang terlahir dari pikiranku (atau hatiku? Apa bedanya?)
Aku bercerita pada dewi malam tentang kelam yang menjelma menjadi diam. Menumpuk menjadi lembaran yang menolak untuk dilukiskan.
Aku bercerita pada semesta tentang sepasang netra yang selalu menagih sua. Mengalir bebas ke muara suka. Dan jatuh utuh ke tebing suluh.
Aku bercerita dengan bahasa ibu tentang lekuk tarik tipis yang membuat candu. Itu milikmu. Aku tahu itu.
Sha,
Maret 2017.
