Diary

Tumblr?

03.01





Hai.

2018.

Untuk waktu yang cukup lama, mungkin aku akan memulai dengan, apa kabar?

Lama tidak bertukar kabar. Lama pula jarak yang aku berikan pada sang waktu untuk menulis kembali pada blog ini. Yah, meskipun aku tidak yakin bahwa ada pembaca blog ini. Tapi tak masalah. Aku hanya ingin menuangkan secercah hasil kolaborasi antara pemikiran dan perasaanku. Sehingga lahirlah sebuah tulisan.

Siapapun kalian, semoga selalu bahagia. Sedih pun tak apa. Asal, jangan berlarut-larut, ya? Yakinlah, banyak hal yang bisa membuatmu bahagia. Kamu hanya belum menyadari hal-hal itu. Kamu sudah selalu berusaha melakukan yang terbaik. Semangat terus, ya!

Sekarang aku mulai masuk ke inti yang berkaitan dengan judul postingan ini.

Tumblr?

Iya. Sekiranya kalian belum tahu, terkadang aku menulis sesuatu disana. balqishafiraini.tumblr.com. Sayangnya, Tumblr sudah tidak bisa diakses lagi untuk kita yang tinggal di negara tercinta ini, Indonesia. Pasti sebagian dari kalian sudah mengetahui hal tersebut. Tumblr sudah diblokir oleh Menkominfo. Kalau dari kabar yang beredar, sih, Menokominfo memiliki alasan memblokir situs tersebut. Karena beberapa konten dalam situs Tumblr mengandung hal yang tidak baik.

Jujur, aku sedih sekali mendengarnya. Tumblr termasuk salah satu media favoritku untuk menyalurkan tulisanku. Dan juga, banyak penulis idolaku yang sering memposting sesuatu di Tumblr. Aku sangat menyayangkan kita tidak bisa mengakses Tumblr lagi.

Menurutku, setiap segala sesuatu pasti memiliki sisi positif dan negatif tersendiri. Seperti Tumblr misalnya. Jika kita melihat dari sisi negatifnya, situs Tumblr mungkin ada konten yang dapat merusak generasi. Tapi, jika dilihat dari sisi positif, Tumblr juga dapat menjadi media untuk generasi berkarya. Jangan salah, Tumblr juga memiliki peran positif yang besar untuk para penulis Indonesia.Termasuk diriku. Walaupun aku sendiri belom bisa disebut penulis, tapi aku sangat merasa kehilangan Tumblr. Aku sering menulis sesuatu di sana.

Apalagi, jika untuk menulis hal-hal singkat. Seperti puisi misalnya. Menulis di Tumblr lebih efisien daripada menulis di situs Blog pribadi seperti Blogspot. Apalagi situs Tumblr seperti perpaduan antara media sosial dan blog. Pengguna Tumblr dapat berinteraksi dengan yang lainnya lebih mudah.

Tapi, ya sudah, lah. Semoga ini bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua. Bahwa, dampak teknologi didapat tergantung bagaimana kita menggunakannya. Sebagai generasi yang saat ini sangat dipermudah dengan adanya globalisasi, alangkah baiknya jika kita lebih bijak menggunakan situs-situs di Internet. Agar tidak terulang yang seperti ini lagi.

Jadi, mulai saat ini, aku akan mulai menulis pada blog ini lagi. Semoga, ini dapat membuatku lebih rajin menulis, ya!

Aku akan membagikan beberapa postingan yang sempat aku tulis di Tumblr. Aku akan membagikan beberapa postingan yang sempat aku tulis di Tumblr. Aku harap blogku akan lebih terisi. Hahaha/


Mungkin, cukup sampai sini dulu perjumpaan kita pada postingan ini. Tapi, jangan khawatir. Kita akan bersua kembali di postingan selanjutnya.

Sampai jumpa!


- Balqis.




You Might Also Like

0 komentar